Sebuah catatan sederhana mengenai berbagai hal dalam hidup. Insya Allah tidak hanya ilmu dunia, namun juga ilmu akhirat. Kesalahan bukan tanggung jawab penulis. Semoga Bermanfaat.

Friday, January 29, 2016

Makalah Pengaruh Globalisasi Terhadap Makanan Masyarakat Indonesia

KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah pengaruh globalisasi terhadap makanan dan pola makan masyarakat Indonesia, karya siswa SMK Islam Terpadu Smart Informatika Surakarta Tahun Ajaran 2015/2016.
            Laporan ini tersusun atas bantuan dari berbagai pihak, diantaranya :
1.      Bapak Arif Priyanto, S.Pd.I selaku kepala sekolah SMKIT Smart Informatika
2.      Ustadzah Srining Hastuti S.Pd selaku pengajar pendidikan kewarganegaraan SMKIT Smart Informatika Surakarta.
3.      Beberapa web/blog sebagai sumber referensi saya.

4.      Teman-teman Galaksi yang selalu memberikan support untuk saya.
5.      Seluruh pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini.
Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak diatas. Meskipun kami telah berusaha dengan sebaik mungkin dalam menyusun laporan ini, namun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan, baik dari sistematika maupun penyusun kalimatnya.
Oleh karena itu kami sangat mengharap kritik dan saran yang membangun, demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya para pembaca.





Surakarta,     Januari 2016


Penyusun

 

 





BAB 1
PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG


Masyarakat dunia yang hidup pada zaman sekarang tak terlepas dari adanya globalisasi. Globalisasi merupakan suatu proses berkembangnya era baru dalam hal kebudayaan masyarakat yang baru. Globalisasi membawa banyak dampak, terutama untuk Indonesia. Salah satu dampak dari globalisasi bagi Indonesia ialah masuknya berbagai macam kebudayaan asing ke Indonesia. Dan tentunya dengan masuknya budaya-budaya asing tersebut membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Contoh dari perubahan tersebut misalnya masyarakat yang lebih memilih memakan makanan luar negeri/makanan luar negeri dibanding dengan memakan makanan dari negaranya sendiri.
Makanan merupakan hal pokok yang dibutuhkan masyarakat, karena dengan adanya makanan, manusia dapat mempertahankan hidupnya. Dalam memenuhi kebutuhan tesebut masyarakat berlomba-lomba membeli berbagai macam produk makanan. Makanan pokok bangsa Indonesia sebagian besar adalah nasi. Namun, ada juga yang berasal dari jagung maupun sagu. Makanan pokok tersebut sebelum disajikan harus diolah terlebih dahulu, dan prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Dengan adanya globalisasi kebanyakan orang mulai cenderung beralih mengonsumsi makanan yang cepat saji. Saat ini kita sering menjumpai beberapa produk makanan dan minuman cepat saji yang berasal dari luar negeri. Makanan luar negeri adalah segala sesuatu yang dapat dimakan yang bukan berasal dari lingkungan itu sendiri. Berbagai produk makanan tersebut seakan-akan telah menyingkirkan makanan asli buatan Indonesia. Fastfood banyak digemari orang sehingga fastfood dapat dikatakan sebagai salah satu budaya populer. Fastfood merupakan makanan yang berasal dari budaya asing yang telah diadopsi oleh masyarakat Indonesia menjadi sebuah lifestyle. Hal ini memperlihatkan munculnya budaya baru yaitu memakan fastfood.
Di Indonesia sudah banyak makanan luar negeri yang telah tersebar luas. Biasanya makanan tersebut diperjual-belikan di restoran-restoran yang berasal dari luar negeri juga. Makanan-makanan luar negeri di Indonesia sudah perlahan-lahan mulai menggeser makanan seperti sate, bakso, lalapan, rendang, klepon, kue cucur, bolu kukus, lemper dan lain sebagainya. Makanan-makanan tersebut sudah mulai dilupakan karena masyarakat Indonesia lebih memilih makanan-makanan yang lebih modern yang berasal dari luar negeri seperti fried chicken, steak, burger, pizza, hotdog, french fries, spagheti, sushi dan lain sebagainya. Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higienis, modern, dan praktis. Dengan memakan makanan tersebut, orang akan merasa bangga karena berarti mereka akan disebut sebagai orang yang modern dan tidak ketinggalan zaman. Sayangnya, masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan luar negeri tanpa tahu bahwa tidak semua makanan cepat saji baik untuk kesehatan, Hanya demi gengsi, mereka tidak memerhatikan bahaya kesehatan yang akan dialami dalam jangka waktu lama.
Terdapat beberapa dampak positif dan juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh masuknya makanan luar negeri ke Indonesia. Tetapi jika lama-kelamaan dampak negatif terus menyebar di kalangan masyarakat Indonesia sekarang, mungkin makanan-makanan tradisional Indonesia akan hilang dan akan digantikan oleh makanan-makanan luar negeri dan nantinya akan mempengaruhi memudarnya budaya Indonesia.


1.2   TUJUAN


Ada beberapa tujuan makalah ini, antara lain :
1.      Mengetahui pengaruh globalisasi dalam hal makanan.
2.      Mengidentifikasi pengaruh yang ada dalam makanan masyarakat Indonesia saat sudah terpengaruh globalisasi.

1.3   RUMUSAN MASALAH


Rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.      Apakah pengertian globalisasi itu?
2.      Apakah pengaruh globalisasi terhadap makanan di Indonesia?
3.      Adakah pengaruh negatif dari globalisasi di bidang makanan?




BAB 2
PEMBAHASAN



2.1  PENGERTIAN GLOBALISASI


Globalisasi belum memiliki arti yang pasti. Untuk mengartikannya tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain.
Anggapan yang ada selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri. Kebudayaan lokal atau daerah akan tersisih oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global. Misalnya saja tradisi gotong royong yang biasa dilakukan masyarakat di desa, sekarang ini mulai sedikit orang yang mau melakukan. Masyarakat mulai bersifat individualisme yaitu mementingkan diri sendiri. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Kemajuan teknologi komunikasi memang telah membuat batas dan jarak menjadi hilang dan tidak berguna. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya globalisasi di dunia.
ü  Adanya sikap saling ketergantungan antara satu negara dengan negara lain terutama di bidang ekonomi.
ü  Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup.
ü  Berkembangnya barang-barang seperti telepon genggam, televise satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya.
ü  Peningkatan interaksi cultural (kebudayaan) melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, berita, dan olahraga internasional). Saat ini, kita mendapatkan gagasan dan pengalaman baru mengenai hal hal tentang beranekaragamnya budaya, misalnya dalam hal pakaian dan makanan.

2.1  PENGARUH GLOBALISASI DI BIDANG MAKANAN


Makanan pokok bangsa Indonesia sebagian besar adalah nasi. Namun, ada juga yang berasal dari jagung maupun sagu. Makanan pokok tersebut sebelum disajikan harus diolah terlebih dahulu, dan proses pengolahannya membutuhkan waktu yang lama.
Dengan adanya globalisasi kebanyakan orang mulai cenderung beralih mengonsumsi makanan yang cepat saji. Cepat saji maksudnya adalah makanan yang singkat dalam penyajiannya dan tidak menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan cepat saji biasa disebut fast food. Makanan cepat saji sekarang banyak dan mudah sekali ditemui.

Di samping itu juga ada makanan yang pembungkusnya menggunakan aluminium foil, biasanya makanan untuk anak-anak. Selain makanan juga ada minuman dalam kaleng, sehingga mudah dan dapat langsung diminum. Contoh makanan yang ada karena globalisasi: pizza, spagheti, burger, hot dog, hamburger, sushi, steak, puyunghai, dan donat. Contoh minuman: banyak bermunculan minuman isotonik.
Dengan adanya makanan cepat saji yang berasal dari luar negeri membuat orang merasa bangga jika bisa memakannya. Karena jika memakannya berarti disebut orang yang modern dan tidak ketinggalan zaman. Makanan cepat saji tidak semuanya aman untuk kesehatan. Jika ingin menikmati makanan atau minuman cepat saji, pilihlah jenis makanan atau minuman yang benar-benar aman untuk kesehatan.

2.2  SELERA LIDAH ORANG INDONESIA


Selera terkait dengan perasaan menyenangkan yang disebabkan oleh makanan tertentu sehingga timbul keinginan untuk makan. Pengalaman yang timbul karena perpaduan rasa makanan yang menimbulkan perasaan menyenangkan, tidak hanya mengenyangkan. Selera bisa jadi bersifat individual jika terkait dengan pengalaman unik pribadi seseorang saat makan. Tapi dari sisi penerimaan panca indra (terutama lidah pengecap), selera bisa diartikan menjadi keinginan rata-rata orang untuk menikmati makanan.
Setiap negara memang memiliki selera makan yang berbeda-beda, termasuk di Indonesia. Secara umum, selera orang Indonesia dikaitkan dengan bumbu sehingga cita rasa tersebut menjadi satu pegangan penting saat menyajikan masakan Indonesia. Orang Indonesia terbiasa memakan makanan yang mengandum garam. Apapun makanannya pasti terasa tidak lengkap bila tidak ditambah dengan garam. Ada juga beberapa orang Indonesia yang kalau makan harus ditambah dengan kerupuk. Bukan makan namanya bila tanpa keurupuk, katanya. Negara Indonesia memang surganya kerupuk. Apapun bisa dijadikan kerupuk, mulai dari kulit binatang, ceker ayam, hingga daun bayam. Selain surganya kerupuk, Indonesia juga merupakan surganya sambal. Di negara ini juga ada begitu banyak varian sambal. Nyaris setiap daerah memiliki kekhasan jenis sambal dengan cita rasanya masing-masing. Sepeti halnya kerupuk, bagi sebagian besar orang Indonesia, tak nikmat rasanya bila makan tanpa ditemani sambal atau apapun itu yang akan memberikan cita rasa pedas pada makanan.
Dan salah satu guyonan khas Indonesia adalah “Bukan orang Indonesia jika tidak suka makan dengan sambal pedas”. Selain menambah kenikmatan makan, sambal pedas juga dapat membuat nafsu makan bertambah. Tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata lebih memilih untuk memanjakan selera makannya  dengan mengonsumsi makanan apapun yang mereka suka tanpa memerhatikan kesehatannya.


2.3  MASUKNYA MAKANAN LUAR NEGERI KE INDONESIA


Masyarakat Indonesia pada umumnya mempunyai rasa keingintahuan budaya makanan luar negeri  dan ingin mencobanya karena bosan dengan makanan tradisional. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang baru. Apalagi banyak makanan-makanan luar negeri yang dipromosikan lewat dunia maya maupun media cetak. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia tidak mau ketinggalan. Mereka pasti ingin menikmati apa yang ditawarkan oleh dunia maya maupun media cetak. Karena akibat itulah masyarakat Indonesia sekarang jadi berubah. Dengan adanya dunia maya dan media cetak itu masyarakat Indonesia sekarang bisa tahu apa saja makanan-makanan luar negeri yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang luar negeri.

Seperti yang kita ketahui bahwa negara-negara luar terutama negara-negara barat suka sekali mengonsumsi makanan-makanan cepat saji (fastfood). Dan itu pula yang di tiru oleh masyarakat kita. Di Indonesia sudah banyak makanan-makanan luar negeri yang tersedia dalam bentuk cepat saji. Dengan adanya globalisasi kebanyakan masyarakat Indonesia mulai cenderung beralih kemakanan cepat saji. Cepat saji maksudnya adalah makanan yang singkat dalam penyajiannya dan tidak perlu menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan cepat saji sekarang banyak dan mudah sekali ditemui. Mungkin dengan hidangan yang lezat dan disajikan dalam waktu singkat, membuat kita untuk sering sekali mengonsumsinya. Padahal kita semua tahu bahwa makanan cepat saji juga mempunyai dampak  yang negatif untuk tubuh kita dalam jangka panjang nanti.

2.4  DAMPAK MAKANAN LUAR NEGERI


·         Dampak Negatif
Berkembangnya era globalisasi di lingkungan masyarakat Indonesia mempengaruhi rasa nasionalisme kuliner tradisional Indonesia. Hal tersebut menimbulkan pandangan dari beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa makan di restoran cepat saji yang mewah seperti Mc Donald’s, KFC, Dunkin Donuts, Pizza Hut, Hoka Hoka Bento, dan Solaria akan terasa lebih enak dan bergengsi daripada makan di warteg (warung tegal), atau warung-warung di pinggir jalan yang menjual makanan asli Nusantara. Hal tersebut akan menggeser bahkan cepat atau lambat orang-orang akan mulai melupakan makanan tradisional.
Makanan cepat saji sudah sangat populer di hampir semua kalangan masyarakat Indonesia. Dari yang muda sampai yang tua pasti sudah mencicipinya. Makanan-makanan tersebut memang sangat mudah ditemui di mall-mall, restoran dan pertokoan besar di pusat dan pinggiran kota. Dan mungkin juga telah membudaya dan menjadi santapan elit terutama bagi kaum remaja di perkotaan.

Tapi sayangnya banyak dari kita yang tidak tahu bahwa jenis-jenis makanan cepat saji pada umumnya sangatlah berpotensi sebagai junk food. Junk food adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi.

Ciri-ciri makanan golongan junk food adalah:
ü  Mengandung lemak jenuh yang tinggi,
ü  Bergula tinggi,
ü  Kandungan nutrisi lainnya tipis, seperti protein, vitamin dan mineral,
ü  Mengandung banyak sodium (garam-garaman),
ü  Mengandung banyak kolesterol,
ü  Mengutamakan citarasa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQpVyCx6r5fx20E3w66H3Fpwmp0EDbxtnPVWSHAOcNPW0aR3g05bvBOzXfdnn2OE9AXUiHVw2Ik504W7DIpEQFeYITp_lP3fWnUBP1NeeAYSG9S-fBpSAvP1HfhZMJxGF0RyE3xIeqYZyt/s1600/jjjj.jpgDibawah ini adalah kandungan kolesterol, lemak, kalori, dan garam yang terkandung dalam makanan dan minuman junk food.


Dibawah ini beberapa tips untuk menghindari kebiasaan mengonsumsi junk food tersebut diantaranya adalah:
1.          Biasakan makan di rumah sebelum pergi beraktivitas ke luar rumah.
2.          Makan teratur dan biasakan sarapan pada pagi hari.
3.          Minum banyak air.
4.          Belajar bagaimana membuat makanan yang lezat dan sehat di rumah. Hal ini bisa didapat dengan cara membeli buku resep makanan, bertanya kepada teman ataupun keluarga, ataupun kursus memasak.
5.          Jika ingin mengemil maka sebaiknya mengonsumsi buah-buahan ataupun biskuit gandum.
6.          Mencari informasi mengenai dampak negatif dari junk food.
7.          Mulailah berolahraga secara teratur.
8.          Kontrol terhadap diri sendiri serta ciptakan suasana yang mendukung usaha anda dalam menghindari konsumsi junk food.

Masyarakat Indonesia pada umumnya mengkonsumsi makanan luar negeri hanya karena tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman. Kebanyakan masyarakat Indonesia terutama para remaja berifikir bahwa jika kita memakan makanan dari luar negeri akan terlihat keren. Itulah dampak dari globalisasi makanan luar negeri yang mengubah pola makan masyarakat Indonesia.

·         Dampak Positif
Dampak makanan luar negeri yang ada di Indonesia juga memberikan banyak hal positif seperti kemajuan pengetahuan tentang makanan-makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang luar negeri. Makanan cepat saji yang tersedia juga membuat masyarakat lebih praktis jika sedang berada dalam keadaan darurat. Masuknya makanan dari luar negeri juga memberikan ide-ide baru bagi orang orang Indonesia dalam melakukan inovasi. Contohnya adalah kue cubit, kue khas dari Garut tersebut yang pada umumnya hanya ditaburi dengan meses di atasnya, sekarang sudah dijual dengan rasa green tea.
 Salah satu contoh lainnya adalah Iffah Syarifah Hendrayati, penerima Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013 kategori inovasi pasar perkebunan di kantor Kementerian Pertanian dengan produknya "Greentea Rice Cracker". Inovasi yang beliau lakukan adalah mencampurkan makanan tradisional opak dengan cokelat dan green tea (teh hijau). Dua hal itu membuktikan bahwa budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meninggalkan ciri khas dari budaya tersebut. Sebenarnya pengaruh budaya dari luar itu tidak selamanya negatif, karena pengaruh budaya luar bisa pula memberi inspirasi bagi negara itu sendiri.

2.5  CARA MEMPERTAHANKAN MAKANAN TRADISIONAL INDONESIA


Memang ketika kita mengikuti memakan apa yang dimakan oleh orang-orang luar negeri bisa dikatakan keren dan tidak ketinggalan zaman, tetapi kita juga harus mencintai makanan tradisional yang kita miliki. Lalu bagaimana kita bisa mempertahankan makanan tradisional ketika makanan luar negeri masuk ke Indonesia?
Yang pertama, biasanya makanan-makanan tradisional hanya diperjual-belikan di Indonesia, kita harus bisa memperkenalkannya ke negara-negara yang besar dan maju agar negara tersebut juga bisa merasakan makanan asli indonesia. Saat kita pergi berkunjung ke luar negeri, jangan lupa membawa makanan tradisional Nusantara dan persilahkan kepada orang-orang disana untuk mencicipinya.
Yang kedua, pemerintah juga harus mendukung memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di luar negeri. Jika tanpa dukungan pasti makanan tradisional Indonesia tidak bisa dikenal oleh negara-negara asing lainnya. Contohnya, pemerintah harus membentuk kelompok-kelompok yang bisa memperkenalkan makanan tradisional di luar negeri.
Yang ketiga, menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri untuk tetap melestarikan makanan tradisional karena hal tersebut bisa dibilang adalah jati diri bangsa. Walaupun hanya dengan sedikit kesadaran, hal tersebut akan menyelamatkan makanan tradisional di negeri ini.
Yang keempat, Pembelajaran tentang budaya harus ditanamkan sejak dini. Namun  sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaimana cara mengadaptasi budaya lokal di tengah maraknya globalisasi.
Yang kelima, berpartisipasi dalam acara-acara yang berhubungan dengan kuliner tradisional Indonesia dan juga tidak lupa untuk mengajak orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya.
Jadi, sebenarnya masyarakat Indonesia boleh mencicipi atau mengkonsumsi makanan-makanan luar negeri tetapi tidak dengan meniggalkan makanan-makanan tradisional yang dimiliki Indonesia.




BAB 3
KESIMPULAN


Masuknya budaya asing adalah hal yang wajar dikarenakan suatu negara tentu akan membutuhkan input-input berupa budaya asing dengan syarat budaya itu sejalan dengan budaya kita ini. Melihat kenyataan bahwa para generasi muda bangsa Indonesia saat ini lebih memilih kebudayaan asing yang mereka anggap lebih menarik ataupun lebih unik dan praktis. Tanpa kita sadari makanan-makanan luar negeri telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita. Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional. Bila hal ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa kebudayaan lokal akan banyak yang luntur akibat tidak ada generasi penerus yang akan mewarisinya dan  anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka. Perlunya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya budaya Indonesia adalah kewajiban setiap lapisan masyarakat, dimana peran setiap mereka yang terus berusaha untuk mewarisi kekuatan budaya lokal akan menjadi kekuatan budaya itu untuk tetap ada.
Selain itu peran pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa juga sangatlah penting. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan  daerah disetiap event-event akbar nasional, misalnya tari-tarian, lagu daerah, makanan daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya.
Sebenarnya, pengaruh budaya luar terhadap budaya di Indonesia, kembali kepada individu masing-masing apakah tetap bisa memilih dan memilah atau sebaliknya hanyut dengan pengaruh budaya luar tersebut. Kita harus membekali diri dengan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan sehingga tidak mudah terpangaruh dan bisa memilih mana yang baik atau tidak, karena sebenarnya banyak pengaruh budaya dari luar yang justru bila diaplikasikan dengan tetap mengacu kepada budaya bangsa sendiri, akan menghasilkan harmoni.

DAFTAR PUSTAKA



1.      Kuntaraf, Dr. Jonathan (1995). Makanan Sehat. Bandung: Penerbit Indonesia Publishing House.
2.      Saputra, Lukman Surya (2007). Pendidikan Kewarganegaraan: Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme. Bandung: Penerbit PT Setia Purna Inves.
3.      Alamsyah, Yuyun (2008). Bangkitnya Bisnis Kuliner Tradisional: Meraih Untung dari Bisnis Masakan Tradisional Kaki Lima sampai Restauran. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.
4.      Premono, Aliva Yuliana (2011). Pengaruh Globalisasi terhadap Kesatuan dan Persatuan Bangsa. http://amikom.ac.id/research/index.php/DMI/article/view/5416
5.      Fadillawati, Evi (2011). Subjektivitas dan Identitas Kebudayaan Indonesia. http://www.academia.edu/5490651/SUBJEKTIVITAS_DAN_IDENTITAS_KEBUDAYAAN_INDONESIA_FastFood_sebagai_Identitas_Baru_di_Kalangan_Kaum_Muda
6.      Rusdhiajeng, Guritsiyah Bukit (2013). Perlindungan Hukum terhadap Konsumen atas Makanan Impor di Indonesia. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5370
7.      Fiansyah, Rahmat (2013). Inovatif, Produk Pangan ini Sukses Tembus Pasar Asia dan Eropa. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/02/1001417/Inovatif.Produk.Pangan.ini.Sukses.Tembus.Pasar.Asia.dan.Eropa
8.      Widyaprastuti, dr. Hermin. Waspada Bahaya di Balik Lezatnya Junk Food. http://www.tanyadok.com/kesehatan/waspada-bahaya-di-balik-lezatnya-junk-food



0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Unordered List

Kursor Blog
Powered by Blogger.

Blogger templates